Waste Water Treatment Plant atau yang biasa disebut IPAL singkatan dari Instalasi Pengolah Air Limbah secara umum diartikan sebagai suatu proses pengolahan limbah air buangan yang bisa berasal dari limbah industri suatu pabrik ataupun limbah domestik yang dihasilkan dari masyarakat.
IPAL Atau Juga Disebut WWTP (Waste Water Treatment Plant) banyak digunakan untuk pengolahan limbah industri yang cukup besar maupun limbah domestik limbah yang umumnya dihasilkan oleh gedung kantor, apartemen, hotel, rusun maupun komplek perumahan masyarakat.
Limbah didifinisikan sebagai hasil proses produksi yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi dan harus di kelolah agar tidak menimbulkan pencemaram dan penurunan kualitas lingkungan. Sedangkan air limbah didefinisikan sebagai sisa hasil proses produksi yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi dan harus dikelolah agar tidak menimbulkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan. dengan demikian, setiap limbah yang dihasilkan perlu dikelola secara tepat dan baik berdasarkan karakteristiknya agar dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas bahan pencemar yang terkandung didalamnya serta aman di buang ke lingkungannya.
Setiap suatu indutri dapat dipastikan menghasilkan limbah yang disebut limbah industry yang dapat merupakan limbah padat,limbah cair maupun limbah gas yang berupa gas buangan hasil dari suatu industri.
Dalam hal ini kami akan membahas contohnya limbah cair yang dihasilkan oleh suatu industry suatu proses, Pertama yang perlu diketahui adalah sifat dari karakteristik dari limbah tersebut, misalnya contohnya apabila limbah tersebut hanya mengandung zat-zat pengotor saja atau yang biasa disebut dengan TSS ( Total Suspended Solid) dengan penangannya bisa dengan proses fisika saja misalnya proses filtrasi atau penyaringan dengan menggunakan Sand Filter atau High Rate Filter dan lain sebagainya.
Tapi misalnya air limbah industri yang dihasilkan banyak mengandung (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biologycal Oxygen Demand) kita perlu menggunakan media mikrobiologi yang berupa bakteri baik bakteri aerob maupun anaerob.
Air limbah yang mengandung zat-zat pengotor yang terlarut atau TDS (Total Dissolved Solid) cukup tinggi kita dapat menggunakan beberapa tahapan proses seperti filtrasi, koagulasi, Flokulasi dan lain sebagainya.


